Rangkaian alat UV Sterilight

Air adalah sumber daya yang terseda gratis oleh alam dan kita semua membutuhkannya. Apakah Anda sudah yakin kran di kamar mandi, shower, dapur atau taman Anda sudah mengalirkan air bersih? Kaporit atau Klorin adalah zat kimia yang banyak dipakai untuk membersihkan air, namun zat tersebut tidak efektif untuk membunuh berbagai bakteri dan virus dalam air dan apabila dibiarkan, bakteri tersebut bisa mempengaruhi kekebalan tubuh kita.

Teknologi Ultraviolet (UV) adalah sebuah inovasi terkini yang secara efektif akan membunuh bakteri (misalnya Crystosporidium, Giardia, E. Coli) dan virus yang mengkontaminasi air, bahkan lebih efektif dibanding zat kimia seperti kaporit, karena tidak mempengaruhi rasa, bau, warna maupun pH dari air. Cara ini sangatlah tepat, terutama jika air yang dibersihkan nantinya digunakan untuk minum dan memasak.

Sterilight menyediakan produk-produk dengan teknologi ultraviolet, yang mana lebih efektif dalam membersihkan air, sekaligus ramah lingkungan karena bebas dari bahan kimia. Terlebih lagi, disinfektan berbasis ultraviolet bisa didapat dengan harga yang ekonomis, serta memiliki biaya operasional yang sangat murah.

Berikut contoh alat sterilight tipe S5Q-PA. teknologi alat ini didesain dan teruji validasii paling ketat dan metode pengujian dilakukan sesuai standar industri. Adapun fitur-fitur alat ini adalah:

Lajur alir disinfeksi:


16mJ/cm2
11 GPM (42 lpm) (2.5 m3/hr)
30mJ/cm2
6 GPM (23 lpm) (1.4 m3/hr)
40mJ/cm2
4.5 GPM (17 lpm) (1.0 m3/hr)
Spesifikasi:
Dimensions
22″ x 2 1/2″ (56.1 cm x 6.4 cm)
Shipping Weight lbs (kg)
8 lbs (3.6 kg)
Connection Size
3/4″ MNPT (/2B – BSP)
Power Consumption
30W
Read more »


Pada proses kolom ganda, air mentah mula-mula masuk ke dalam kolom penukar kation. Di sini semua kation yang terkandung dalam air (terutama ion kalsium, magnesium, dan natrium) ditukar dengan ion hidrogen. Dalam kolom berikutnya yang berisi penukar anion, maka anion (terutama ion klorida, sulfat, dan bikarbonat) ditukar dengan ion hidroksil. Ion hidrogen yang berasal dari penukar kation dan ion hidroksil dari penukar anion akan membentuk ikatan dan menghasilkan air. 

Setelah air terbentuk maka resin penukar ion harus diregenerasi. Pelaksanaan regenerasi pada proses kolom ganda sangat sederhana, yaitu kolom penukar kation dialirkan asam klorida encer pada kolom penukar anion, kemudian dialirkan larutan natrium hidroksida encer.

Pada proses campuran kolom tunggal, resin penukar kation dan anion dicampur menjadi satu dalam sebuah kolom tunggal. Dengan proses campuran ini dapat dicapai tingkat kemurnian air yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan proses kolom ganda. Sebaliknya, pada proses campuran regenerasi resin penukar lebih rumit.

Langkah-langkah kerja pada regenerasi campuran: Pernisahan resin penukar kation dan anion dengan cara klasifikasi menggunakan air (pencucian kembali dari bawah ke atas). Dalam hal ini resin penukar anion yang lebih ringan (kebanyakan berwarna lebih terang) akan berada di atas resin penukar kation yang lebih berat (kebanyakan berwarna lebih gelap). Pencucian kembali harus dilangsungkan terus sampai di antara kedua resin terlihat suatu lapisan pemisah yang tajam.

1.  Untuk regenerasi bersama dengan air dialirkan melewati kedua lapisan resin Asam klorida encer dialirkan dari bawah ke atas melewati resin penukar kation, dan dikeluarkan dari kolom pada ketinggian lapisan pernisah. Larutan natrium hidroksida encer dialirkan dari atas ke bawah melewati resin penukar anion, juga dikeluarkan pada ketinggian lapisan pemisah.
2.  Kelebihan kedua regeneran kemudian dicuci dengan air.
3.  Ketinggian permukaan air dalam kolom diturunkan dan kedua resin penukar dicampur dengan cara memasukkan tekanan udara dari ujung bawah kolom.
4.  Pencucian ulang campuran dengan air dari atas ke bawah, sampai alat ukur konduktivitas menunjukkan kondisi kemurnian air yang diinginkan.

Sekarang instalasi siap untuk dioperasikan lagi. Baik pada instalasi pelunakan maupun pada instalasi demineralisasi air, maka pengalihan dari kondisi operasi menuju proses regenerasi, pelaksanaan regenerasinya sendiri, dan pengalihan kembah pada kondisi operasi dapat dilakukan baik secara manual maupun otomatis.

Untuk mencapai kualitas air atau performansi yang optimal dan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada resin penukar, maka petunjuk kerja yang diberikan oleh pabrik pembuat instalasi (misalnya mengenai urutan pelaksanaan operasi, kuantitas, dan konsentrasi regeneran, waktu regenerasi dan waktu pencucian) harus diikuti dengan seksama.

Perhatian: Pada saat bekerja dengan asam dan basa yang diperlukan untuk regenerasi, perlengkapan keselamatan perorangan yang sesuai harus digunakan. Air buangan yang keluar pada regenerasi dapat bersifat asam, basa, atau mengandung garam. Karena itu dalam hubungannya dengan pelestarian lingkungan harus ditangani dengan baik.

Ukuran performansi sebuah instalasi penukar ion adalah kuantitas cairan yang diproduksi per jam (atau selang waktu di antara dua regenerasi). Performansi tergantung pada besarnya alat atau kuantitas penukar, pada kuantitas ion yang akan dipisahkan (dengan syarat kemurnian air) dan pada tingkat kemurnian yang diminta. Untuk operasi yang semi kontinu (bila pengolahan air tidak boleh berhenti di tengah-tengah) diperlukan dua buah unit yang dihubungkan secara paralel. Karena proses pertukaran dan proses regenerasi tidak dapat berlangsung pada saat yang bersamaan, kedua unit tersebut bekerja secara bergantian, yang satu sebagai penukar ketika yang lain sebagai regenerasi.

Beberapa jenis proses pertukaran sering juga digabungkan bersama. Misalnya untuk meringankan beban kolorn utama dari instalasi unggun campuran (untuk meningkatkan performansinya) dapat dipasang sebuah kolom pelunak air di depannya.
Read more »


Tolak ukur bahwa air bersih dan sehat adalah dapat dilihat berdasarkan sifat fisik, kimia dan biologisnya. Hal ini harus diperhatikan dengan baik agar kualitas air dapat terjaga. Kualitas air ialah suatu ukuran kondisi air yang dapat ditinjau dari beberapa aspek yang merupakan ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia pada air minum.

Kualitas air merupakan subjek yang sangat kompleks dan dicerminkan dari jenis pengukuran dan indikator air yang digunakan. Pengukuran akan lebih akurat jika dilakukan di tempat karena air berada dalam kondisi yang ekuilibrium dengan lingkungannya. Pengukuran di tempat umumnya akan mendapatkan data mendasar seperti temperatur, pH, kadar oksigen terlarut, konduktivitas, dan sebagainya.

Untuk pengukuran yang lebih kompleks membutuhkan sampel air yang kemudian dijaga kondisinya, dipindahkan, dan dianalisis di tempat lain (misalnya di laboratorium). Pengukuran seperti ini memiliki dua masalah yaitu karakteristik air pada sampel mungkin tidak sama dengan sumbernya karena terjadi perubahan secara kimiawi dan biologis seiring waktu. Bahkan kualitas air dapat bervariasi antara siang dan malam dan dipengaruhi keberadaan organisme air.

Air sumur yang berbau dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu:
ØKarena air dari sumbernya memang mengandung bahan-bahan atau unsur yang menyebabkan air berbau.
ØKarena sumber air tercemari oleh bahan pencemar di sekitarnya.
ØKarena adanya aktivitas bakteri dan atau “benda asing” yang masuk ke dalam sumur.

Secara prinsip, masalah bau air yang disebabkan oleh proses biologis atau fisikal, keduanya dapat diatasi dan dihilangkan. Hanya saja, yang perlu menjadi pertimbangan adalah bau air sumur yang bersifat secara fisik akan lebih sulit dihilangkan. Faktor umum yang bisa menyebabkan rasa tidak enak dalam air adalah karena air tersebut terdapat kandungan sulfur dan klorin. Di beberapa daerah sulfur bisa terjadi secara alami dan kadang-kadang meningkat pada waktu-waktu tertentu. Kandungan sulfur dalam air biasanya menimbulkan bau yang sangat menyengat seperti bau telur busuk disertai dengan rasa pahit. Sedangkan klorin berasal dari klorinasi, yaitu metode pemurnian air yang paling umum digunakan. Terkadang jumlah klorin yang digunakan berlebihan sehingga menyebabkan kadar klorin terlalu tinggi di dalam pipa yang digunakan.

Faktor lain yang bisa menyebabkan bau dan rasa aneh dalam air keran adalah pipa-pipa logam yang digunakan untuk mengalirkan air. Tembaga, besi, dan timah adalah unsur-unsur yang bisa ditemukan dalam air keran yang melewati pipa-pipa logam. Tembaga dan besi biasanya muncul dalam konsentrasi yang rendah sehingga tidak berbahaya, tapi bisa menyebabkan warna air menjadi hitam. Jika warna air menjadi sangat keruh, hal tersebut ditimbulkan oleh kandungan zat besi yang sangat tinggi. Ini berarti pipa yang digunakan sudah saatnya untuk diganti.

Kandungan air yang lebih serius dan berbahaya adalah timbal karena bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dalam jumlah kecil sekalipun. Jika Anda curiga bahwa air keran Anda mengandung timbal, jangan minum air tersebut dan segera laporkan ke pihak yang berwenang untuk melakukan pengujian.

Tumbuhan algae pada sumber air juga bisa menyebabkan bau aneh. Meskipun sistem pengolahan air menghilangkan ganggang dan organisme lain, namun bau dari senyawa-senyawa tersebut masih bertahan dan menyebabkan air menjadi bau. Anda bisa menghilangkan senyawa-senyawa ini dengan menyaring air keran dan biasanya air tersebut tidak berbahaya.

Hal lain yang bisa menyebabkan air bau adalah rembesan air yang berbahaya. Rembesan air terjadi ketika pencemaran lingkungan masuk ke dalam air. Limbah biasanya tidak merembes ke air bersih karena saluran pembuangan air kotor biasanya diletakkan di bawah garis air bersih. Namun, pencemaran lingkungan lainnya seperti PCB, merkuri, timbal, arsen, dan logam berat lainnya yang terdapat di dalam tanah bisa masuk dan merembes ke sumber air. Jika Anda tinggal di daerah dengan konsentrasi tinggi dari pencemaran tersebut, sebaiknya ikuti saran-saran dari pihak yang berwenang untuk mencegah penyakit serius yang bisa terjadi.
Read more »


Air merupakan pelarut yang baik, oleh karena itu, air alam tidak pernah murni. Air alam mengandung berbagai zat terlarut maupun tidak terlarut. Air alam juga mengandung microorganism. Apabila kandungan air tersebut tidak mengganggu kesehatan manusia, maka air tersebut dianggap bersih. 

Air yang tidak layak diminum masih bisa digunakan untuk keperluan yang lain, misalnya, irigasi, industri, maupun kepentingan rumah tangga seperti halnya memasak, mencuci, dan masih banyak yang lainnya.

Air dinyatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kwalitas air, sehingga air tidak dapat digunakan untuk tujuan penggunaannya. Air tercemar akibat masuknya makhuk hidup, zat, atau energi kedalam air, sehingga kwalitas air menurun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya atau kegunaannya. 

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, didapat beberapa pengertian mengenai:
  • Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.
  • Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
  • Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja manusia dari lingkungan permukiman.
  • Penyediaan air minum adalah kegiatan menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.
  • Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air minum.
  • Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan/atau meningkatkan sistemfisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan, manajemen,keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
  • Penyelenggaraan pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan, melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi, memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik penyediaan air minum.
  • Penyelenggara pengembangan SPAM yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, koperasi, badan usaha swasta, dan/atau kelompok masyarakat yang melakukan penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum.
Read more »


Beberapa indikator air bersih, sehat, dan layak diminum adalah warnanya bening atau tidak berwarna. Jika salah satu indikator air itu tidak termenuhi, maka air tersebut bisa dikatakan tidak layak diminum atau telah terkontaminasi oleh zat-zat kontaminan. 

Perubahan fisik yang sangat signifikan sekali dalam membedakan air yang bersih dan tidak bersih adalah dari fisik air itu sendiri, yaitu warna air. Perubahan warna air dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kandungan organik tinggi, tercemar oleh limbah sintesis, serta kandungan mineral-mineral yang tinggi, seperti halnya mineral besi di dalam air. Keberadaan mineral besi di dalam air dapat menyebabkan air akan berubah warna dari berning menjadi kuning.

Munculnya air kuning ini tentu merugikan banyak pengguna air yang telah mencoba pengeboran air tetapi tidak berhasil. Memang, di beberapa daerah tertentu, tanahnya memiliki kontur tanah berbatu. Inilah yang menyebabkan beberapa perusahaan pengeboran lokal tidak dapat mengatasi masalah tersebut kerena keterbatasan alat-alat pengeboran yang dimilikinya

Timbulnya air kuning dan keruh disebabkan karena kadar zat besi (Fe) atau mangan (Mg) yang berlebihan pada air. Akibatnya, terjadi endapan pada bak atau tempat penampungan. Terjadi pula penyumbatan pipa intalasi sehingga debit air mengecil. Masalah ini juga menyebabkan perabot rumah tangga pun menjadi rusak karena adanya plak berwarna kuning hitam.

Jika digunakan untuk mencuci pakaian, air kuning ini menyebabkan warna pakaian menjadi kusam. Masalah air seperti ini tentu membuat kita menjadi pusing. Tinggal di wilayah ini menjadi tidak nyaman, pengeluaran pun menjadi bertambah untuk membeli air di pedagang air keliling

Ciri umum air yang mengandung zat besi dan mangan yaitu berwarna kuning, keruh, dan mengandung bau tidak sedap atau bau besi. Terkadang keluar air jernih dan beberapa saat kemudian berubah warna. Selain itu, kondisi air terasa sedikit licin, rasa di lidah tidak enak, dan jika digunakan untuk mandi menjadi lengket di badan. Masalah air kuning memang tidak bisa dihindari jika mengandalkan ketersediaan air dari pihak tertentu.  Setidaknya, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air kuning. Dengan menjalankan beberapa cara ini, masalah air kuning yang mengganggu urusan rumah tangga ini bisa diatasi. Berikut beberapa cara yang bisa digunakan.

Mengatasi air kuning dengan areasi
Zat besi (Fe) dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air. Selanjutnya dilakukan proses pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan udara biasa, yang disebut aerasi. Aerasi dilakukan dengan cara memasukan udara dalam air yang membuat kadar besi dalam air mengendap ke bawah. Hasilnya, kotoran akan menempel di bak penampungan atau toren air. Kelemahannya, endapan kotoran harus rajin digosok dan dibersihkan agar mudah dibuang.

Mengatasi air kuning dengan teknik sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersupsensi dalam cairan atau zat cair karena pengaruh gravitasi. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehinga air di dalamnya dikondisikan diam. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap bagian air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi ini yaitu mereduksi bahan-bahan tersupsensi (penyebab kekeruhan) dari dalam air dan dapat berfungsi pula sebagai reduksi kandungan organisme atau patogen tertentu dalam air.

Mengatasi air kuning dengan bahan kimia
Banyak jenis bahan kimia yang dapat digunakan untuk menurunkan zat besi, di antaranya polimer alumunium klorid, kaporit, dan tawas. Cara penggunaannya bisa dibaca pada petunjuk pemakaian bahan kimia tersebut.

Mengatasi air kuning dengan teknik penyaringan atau filtrasi
Cara teknik penyaringan atau penjernihan terbukti paling efektif dan ampuh karena sudah terbukti melalui riset di masyarakat. Teknik filter, penjernih, atau penyaring air ini sangat efektif dan efesien dari waktu, biaya, dan hasil. Banyak para pengusaha telah menyediakan alat-alat pengolahan air bersih dan air minum. Adapun merek filter air/penjernih air/penyaring air di Indonesia sangat beragam. Beberapa di antaranya mengunakan media Karbon Aktif untuk menetralisir kadar zat besi dan zat mangan dalam air. Sistem penyerapan filter ini sampai 100%


Media Karbon Aktif Calgon atau Norit lebih baik dibandingkan karbon aktif batu bara, Manganese Greensand Plus, Zeloit, Silika, Pasir Aktif, dan alkali. Media Karbon Aktif masih diproduksi di Jepang dan terbukti 3 kali lipat lebih tahan. Tentunya, harga menjamin kualitas dan harga produk ini lebih mahal dibandingkan media lainnya.
Read more »


Air merupakan sumber bagi kehidupan. Sering kita mendengar bumi disebut sebagai planet biru, karena air menutupi 3/4 permukaan bumi. Tetapi tidak jarang pula kita mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau disaat air umur mulai berubah warna atau berbau. Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Yang pasti kita harus selalu optimis. Sekalipun air sumur atau sumber air lainnya yang kita miliki mulai menjadi keruh, kotor ataupun berbau, selama kuantitasnya masih banyak kita masih dapat berupaya merubah/menjernihkan air keruh/kotor tersebut menjadi air bersih yang layak pakai. Beberapa alternatif cara sederhana dan mudah guna mendapatkan air bersih dengan cara mempergunakan filter air/penyaringan air:
·         Saringan Kain Katun.
Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana/mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.
·         Saringan Kapas
Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.
·         Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan.
·         Saringan Pasir Lambat (SPL)
Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).
·         Saringan Pasir Cepat (SPC)
Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).
·         Gravity-Fed Filtering System
Gravity-Fed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua tahap. Pertama-tama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa/multi Saringan Pasir Lambat.
·         Saringan Arang
Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.
·         Saringan air sederhana/tradisional
Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk/ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.
·         Saringan Keramik
Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.
·         Saringan Cadas/Jempeng/Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah. Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.
Read more »
Powered by Blogger.