Air Minum Berbau Comberan, Ini Saran Ahok untuk PIK  

Masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, mengeluhkan kualitas air bersih di tempat tinggal mereka. Sebab, air PAM di tempat tinggal mereka berwarna kuning dan berbau comberan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias SI AHOK mengatakan bahwa ia sudah mendengar keluhan warga Pantai Indah kapuk itu. Karena itu, dia menyarankan agar pengelola perumahan dan masyarakat di sana menerapkan teknologi penyulingan air agar mendapat air berkualitas bagus. "Kamu enggak akan pernah cukup air bersih kalau kamu nggak punya pengolahan air limbah," ujarnya.

Si Ahok sudah memerintahkan PAM Jaya untuk menganalisis kasus tercemarnya air di Pantai Indah Kapuk. Ternyata, masalah itu bersumber dari sistem pengolahan air. "Makanya saya bilang, harusnya mereka mulai mengembangkan teknologi reverse osmosis (permurnian air tanah dalam), baik di perumahan maupun PAM," ucapnya.

Residential Estate Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, mengatakan, penyebab keruhnya air ialah musim kemarau yang panjang. Sumber air baku yang digunakan oleh perusahaan di Rawa Buaya mengering. "Karena mengering, air laut merembes ke darat," kata dia.

Kendati keruh, kata Restu, air itu tak tercemar oleh logam berat atau bakteri E. coli. Ia mengklaim sudah mengujicobanya di laboratorium "dengan menggandeng lembaga yang kredibel". Manajemen, kata dia, tengah membangun pipa baru ke sumber air baku baru. Pembangunan itu diperkirakan selesai pada awal tahun depan.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, fenomena intrusi air laut ke permukiman itu disebabkan oleh rusaknya tanaman mangrove seiring dengan masifnya pembangunan real estate di kawasan itu. Hilangnya bakau membuat air laut tak lagi tersaring ketika muara kering akibat kemarau. "Fenomena ini salah satu dampak buruknya tata ruang," kata dia.

Komentar ady water:
Pengolahan air baku akan tergantung pada data valid sifat fisika, sifat kimia, sifat biologi air baku dan target air jadi mau dipakai sebagai air bersih ,air minum atau air untuk industri.

Pengolahan air tawar, dengan air payau itu berbeda sesuai dengan nilai TDSnya,  kadar besinya plus targetnya buat air MCK saja ataukah sampai air minum?
Read more »

Tangki Filter/Softener

Dok Palyja 
Saat sidak sambungan ilegal yang dilakukan tim gabungan Palyja dan PAM Jaya pada April 2015 lalu di pabrik air minum dalam kemasan didapati 8 unit tandon air berukuran lebih dari 7 kubik dan ribuan botol air minum berbagai ukuran.  
  
Sidang vonis pengadilan negeri Jakarta barat, Selasa (27/10/2015), lalu terhadap terdakwa pencurian air bermodus air minum kemasan bermerk 'Anita' berakhir antiklimaks.

Di tengah sulitnya memperoleh air bersih di musim kemarau panjang saat ini, sidang yang diketuai oleh hakim Bambang Sasmito SH justru menjatuhkan vonis ringan bagi pencuri air yang dikomersialkan sebagai air minum dalam kemasan (AMDK).

Hukuman percobaan selama 6 bulan dan denda 6 ribu rupiah pun diakhiri dengan ketok palu hakim. Vonis itu jauh dari sanksi yang diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-5 dan pasal 64 (1) ke-1 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara seperti digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum sejak awal proses persidangan.

Padahal, dalam laporan berita acara pemeriksaan (BAP) di Polres Jakarta barat dan juga dalam proses persidangan, TJ selaku terdakwa mengakui bahwa usaha air minum dalam kemasan dijalankannya dengan cara mencuri air dari jaringan distribusi milik Palyja selama 4 tahun terakhir ini.

Saat inspeksi mendadak pada April 2015 lalu tim gabungan Palyja dan PAM Jaya juga berhasil menemukan dau sambungan sebelum meter air dan satu sambungan ilegal atau menyambung langsung dari pipa Palyja. Selain itu, ditemukan juga ribuan botol kemasan minuman dengan berbagai ukuran, yaitu gelas (240 ml), botol sedang (600 ml) dan botol besar (1500 ml) dan 8 tangki penampungan air dengan volume lebih dari 7 ribu meter kubik.

Majelis hakim kemudian memberikan waktu 7 hari kepada Jaksa penuntut umum untuk melakukan banding atas hasil putusan Pengadilan Negeri Jakarta barat. Sementara itu, terdakwa TJ menerima hasil vonis yang dijatuhkan.

Menanggapi putusan sidang Pengadilan Negeri Jakarta barat, Meyritha Maryanie Kepala Divisi Corporate Communications PALYJA, mengatakan akan menghormati keputusan hakim.

"Kami menghargai dan menghormati keputusan pengadilan. Tetapi, kami menilai vonis tersebut belum memberikan efek jera kepada pelaku pencurian air," ujarnya.

Namun demikian, Palyja menyatakan akan terus menindak sambungan illegal dan pencurian air. Usaha tersebut guna menurunkan tingkat kehilangan air/non revenue water (NRW) agar  pelanggan dapat menikmati air bersih yang memadai.

Untuk itulah, Meyritha melanjutkan, dirinya menghimbau masyarakat untuk melapor jika melihat aktivitas pencurian air. Masyarakat bisa melapor melalui call center 24 jam Palyja di 021 2997 9999, SMS ke 0816 725 952, SMS Komite etik 0818 725 952, serta melalui email ke komite etik: ethics.committee@palyja.co.id. (kompas)
Read more »


Dok Palyja 

Dengan penerapan teknologi Biofiltrasi kini IPA Taman Kota dapat memproduksi air bersih sebesar 150 liter per detik.
  
Sungai Cengkareng drain menjadi ujung dari Sungai Pesanggrahan yang sekaligus berbatasan dengan laut. Tak jarang, saat laut pasang, intrusi air laut pun terjadi.

Akibatnya, air laut pun mengalir berbalik menuju ke daratan. Padahal, Sungai Cengkareng Drain menjadi sumber pasokan air baku dalam produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taman Kota milik Palyja.

"Saat intrusi air laut tidak terjadi pun kualitas air di Sungai Cengkareng drain sendiri sudah sangat buruk. Itu sebabnya IPA Taman Kota sempat tidak beroperasi sejak 2007 hingga tahun 2011," papar Meyritha Maryanie, Kepala Divisi Corporate Communications dan Social Responsibility Palyja, Sabtu (7/11/2015).

"Tetapi, karena komitmen kami melayani pelanggan tetap tinggi, maka di 2012 lalu IPA Taman Kota kami hidupkan kembali dengan menerapkan teknologi biofiltrasi. Ini kerjasama Palyja dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan SUEZ selaku induk perusahaan kami," lanjut Meyritha.

Dengan penerapan teknologi biofiltrasi kini IPA Taman Kota dapat memproduksi air bersih sebesar 150 liter per detik. Tetapi, karena IPA Taman Kota dirancang hanya untuk mengolah air baku dari sumber air tawar, ketika intrusi air laut terjadi pengolahan air bersih akan terganggu.

"Kami sudah usulkan kepada institusi terkait yang memiliki otoritas dalam pengelolaan Cengkareng drain untuk mengoperasikan kembali pintu air yang saat ini masih dalam tahap perbaikan agar intrusi air laut dapat dicegah sehingga layanan air bersih untuk warga bagian barat Jakarta tidak terganggu," ujar Meyritha.

Meyritha menambahkan, kebutuhan air bersih di bagian barat Jakarta yang menjadi wilayah pelayanan Palyja saat ini semakin meningkat. Sementara itu, untuk pengadaan air bersih melibatkan kemitraan lintas institusi pihaknya siap memperkuat sinergi dengan semua pemangku kepentingan demi pasokan air bersih yang memadai.

"Tetapi, masyarakat juga kami himbau untuk ikut menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai," ujarnya.
Read more »

Dok Palyja 
Belum optimalnya penanganan limbah di DKI Jakarta menyebabkan tingginya tingkat pencemaran sungai-sungai di ibukota. Salah satunya Sungai Krukut yang menjadi sumber pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak. JAKARTA, KOMPAS.com - Belum optimalnya penanganan limbah di DKI Jakarta menyebabkan tingginya tingkat pencemaran sungai-sungai di ibukota. Salah satunya Sungai Krukut yang menjadi sumber pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak.

Sungai tersebut didominasi oleh polutan limbah domestik berupa amonium. Pada musim hujan, limbah amonium dapat terurai oleh limpahan air hujan. Namun, saat musim kemarau berkepanjangan seperti beberapa saat lalu, amonium yang berasal dari limbah domestik tersebut tidak dapat terurai karena tidak adanya limpahan air.

"Sejak pertengahan September 2015 lalu hingga saat ini produksi IPA Cilandak harus diturunkan menjadi 200 liter per detik dari total kapasitas produksi 400 liter per detik akibat tingginya amonium," papar Meyritha Maryanie, Kepala Divisi Corporate Communication dan Social Responsibility Palyja, Senin (9/11/2015).

Terganggunya produksi di IPA Cilandak dikhawatirkan terus berlangsung jika terjadi musim kemarau berkepanjangan.

"Kami tidak ingin menyalahkan cuaca sebagai penyebab penurunan produksi di IPA Cilandak. Sebaliknya, komitmen kami untuk tetap melayani pelanggan yang terdampak oleh gangguan instalasi tersebut tetap tinggi," kata Meyritha.

Saat ini pihaknya mengaku telah menyiapkan beberapa solusi terkait terganggunya produksi air bersih di IPA Cilandak.

"Kami telah berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk mendapatkan bantuan pasokan air bersih dari AETRA sebanyak 150 liter per detik dan juga melakukan konfigurasi jaringan perpipaan agar beberapa wilayah yang terdampak oleh gangguan IPA Cilandak mendapat pasokan air bersih dari IPA Pejompongan," tambah Meyritha.

Namun, karena suplai air bersih tersebut pasokannya berfluktuasi akibat permasalahan kuantitas dan kualitas air baku, maka Palyja telah menjalankan rencana berikutnya.

"Saat ini kami telah mengoperasikan tambahan tujuh unit truk tangki dan 30 unit tandon air untuk mensuplai air bersih secara gratis bagi pelanggan yang terdampak," ujar Meyritha.

Dengan tambahan tersebut, saat ini Palyja memiliki 29 unit truk tangki dan 47 tandon air yang dioperasikan untuk menangani dampak penurunan produksi di IPA Cilandak. Para pelanggan yang terdampak dihimbau menghubungi call center Palyja di 021 2997 9999 untuk mendapatkan bantuan air bersih tersebut.

Sementara itu, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan, Palyja akan menerapkan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) di IPA Cilandak. MBBR) merupakan teknologi pertama diterapkan di Asia Tenggara.

"Teknologi MBBR yang telah sukses kami terapkan di Instalasi Pengambilan Air Baku di Kanal Banjir Barat akan kami bangun di IPA Cilandak mulai tahun depan. Karena terbukti sukses mengolah air sungai yang polutan amoniumnya tinggi menjadi air baku yang sesuai standar pengolahan air bersih," papar Meyritha.

Namun, lanjut dia, pasokan distribusi yang memadai tidak bisa mengandalkan satu pihak saja. Sebaliknya, hal itu membutuhkan kemitraan kuat antarinstitusi yang berwenang dalam pengelolaan air, baik swasta; pemerintah daerah, pusat, penegak hukum hingga masyarakat Jakarta sendiri.

"Oleh karena itu Palyja siap menjalin sinergi yang lebih erat dengan semua pemangku kepentingan yang berwenang dalam pengelolaan air bersih. Sementara itu kami menghimbau masyarakat juga untuk menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai," katanya.(kompas)
Read more »


Dok Palyja Ilustrasi pipa air Palyja 
KOMPAS.com – Bagi warga Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang berlangganan air bersih dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), diminta bersiap tidak mendapat layanan air bersih pada Jumat (13/11/2015) hingga Sabtu (14/11/2015). Pada hari itu akan ada relokasi pipa yang berimbas pemutusan penyaluran air.


“Dalam rangka mendukung proyek pembangunan transportasi massal oleh Pemprov DKI, Palyja selaku operator air bersih yang melayani wilayah barat Jakarta akan melakukan pekerjaan relokasi pipa distribusi di Jalan Ciputat Raya,” ujar siaran pers dari Palyja yang dirilis di Jakarta, Kamis (12/11/2015). Proyek transportasi dimaksud adalah pembangunan mass rapid transit (MRT).

Relokasi pipa Palyja akan dilakukan pada Jumat mulai pukul 21.00 WIB hingga Sabtu pukul 16.00 WIB. Imbas pekerjaan tersebut aliran air akan terhenti selama pelaksanaan relokasi dan diperkirakan pulih kembali secara bertahap pada Sabtu mulai 20.00 WIB. Semula relokasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (15/11/2015).

Berikut ini daerah yang bakal terputus aliran air dari jaringan Palyja terkait relokasi pipa tersebut:
  • Menteng Dalam
  • Manggarai Selatan
  • Manggarai
  • Bukit Duri
  • Tebet Barat
  • Tebet Timur
  • Kebon Baru
  • Petogogan
  • Pela Mampang
  • Bangka
  • Pondok Pinang
  • Kebayoran Lama Selatan
  • Kebayoran Lama Utara
  • Pesanggrahan
  • Petukangan Selatan
  • Ulujami
  • Cipulir
  • Grogol Selatan
  • Sukabumi Selatan
  • Srengseng
  • Meruya Selatan
  • Joglo
  • Petukangan Utara
  • Selong
  • Kramat Pela
  • Melawai
  • Gunung
  • Rawa Barat
  • Petogogan
  • Pancoran
  • Mampang Prapatan
  • Tegal Parang
  • Duren Tiga
  • Kalibata
  • Cikoko
  • Pengadegan
  • Rawa Jati
  • Pejaten Timur
  • Lebak Bulus
“Palyja mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengimbau pelanggan mengisi bak-bak penampungan dan menghemat penggunaan air,” lanjut siaran pers tersebut.

Untuk kebutuhan darurat, Palyja menyiagakan sejumlah truk-truk tangki air. Pelanggan dapat menghubungi hotline 24 jam Palyja di nomor 021 2997 9999 untuk mendapatkan layanan gratis bantuan truk tangki dan keadaan darurat.
Read more »


Sejenak Merasakan Mobil Penghasil Air dari Toyota

Air yang keluar dari saluran buang Toyota Mirai Shizuoka, 

Kompas Otomotif - Kampanye Toyota akan kendaraan ramah lingkungan makin kencang saat Mirai mulai hadir di pasar domestik Jepang akhir 2014 lalu. Pasar Amerika Serikat dan Eropa menyusul sejak pertengahan 2015.

Sedan berbahan bakar hidrogen dan sistem hibrida tersebut seolah terus ramai dibicarakan. Pasalnya Mirai mampu menjadi salah satu pahlawan lingkungan hidup dari industri otomotif.

Gas beracun yang kerap keluar dari knalpot mobil diganti dengan air yang diklaim layak minum. Sebab sedan 5 penumpang tersebut tak lagi menggunakan mesin konvensional sebagai penghasil daya seperti yang dipakai Prius.

Mesin konvensional digantikan oleh komponen berisi pelat anoda katoda, yang merupakan sarana berlangsungnya reaksi kimia antara udara dengan hidrogen cair sebagai bahan bakar. Komponen tersebut dalam bahasa ilmiah disebut fuel cell stack.


Fuel cell yang digunakan Toyota Mirai

Teknologi yang disebut Toyota sebagai Toyota Fuel Cell System (TFCS) itu menghasilkan elektron listrik yang akan disalurkan ke baterai. Sisanya adalah air (H2O). Nah, listrik yang disimpan di baterai akan digunakan untuk menggerakkan 2 motor sebagai penggerak.

Tes

Setelah mengetahui kerja sistem gerak Mirai, kini waktunya untuk mencoba di salah satu area Fuji Speedway, Shizuoka, Jepang. Walaupun hanya sejenak tapi paling tidak bisa merasakan akselerasi, rasa berkendara dan menyaksikan langsung kucuran air dari sistem buang.

Untuk mengaktifkan Mirai caranya hampir mirip dengan Prius. Tuas persneling kecil ada di tengah dasbor agak ke bawah. Desainnya pun mirip milik Prius.

Desain Toyota Mirai hampir mirip dengan Prius terbaru

Kesan pertama saat mulai melaju adalah senyap. Wajar saja karena tidak menggunakan mesin konvensional. Suara desingan ataupun gerak motor listrik juga tidak terdengar dari kabin.

Akselerasi

Biasanya mobil ramah lingkungan itu tidak bersahabat dengan tenaga. Tapi beda jika Anda mengemudikan Mirai. Akselerasi terasa mantap karena sedan ini punya torsi 335 Nm. Angka tersebut sama dengan daya laju awal Hilux.

Spontanitas tenaga yang cukup mengesankan ini juga berkat transmisi otomatis bepercepatan tunggal, lengkap dengan teknologi prundletronic. Laju saat akselerasi terasa berkelanjutan dan seolah tidak ada habisnya.



Pengujian Toyota Mirai di sirkuit kecil Fuji Speedway
Air


Nah, saat yang dinanti pun tiba. Rombongan tes akhirnya masuk pit usai mengelilingi lintasan dengan total kira-kira hampir 5 km. Waktunya melihat sendiri bagaimana Mirai mengeluarkan air minum dari saluran buang.

Tombol untuk mengucurkan air dari saluran buang Toyota Mirai
Awak redaksi minta tolong rekan media untuk menekan tombol bertuliskan H2O di sebelah kiri setir. Saat tombol ditekan, seketika itu pula air keluar dari lubang di area bawah mobil, yang terletak di sebelah kiri dekat bemper belakang.

Dijelaskan, setiap menempuh 4 km air yang keluar dari lubang mencapai 240 mL. Hebatnya lagi air tersebut diklaim layak minum. 
Read more »


Sesuai Paket Ekonomi VI, PP Pengelolaan Air Segera Diterbitkan

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Paket Kebijakan Ekonomi Jilid VI yang baru rilis pekan lalu, mencantumkan pengelolaan sumber daya air (SDA) dan pengusahaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dalam paket tersebut, kebijakan SDA dan SPAM merupakan lanjutan dari pembatalan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sambil menyusun UU yang baru, kita (pemerintah) keluarkan PP pengelolaan SDA dan Rancangan PP pengusahaan air minum," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Lampung, Kamis (5/11/2015).

Pembatalan tersebut, kata Basuki, lebih diperuntukkan bagi pengusahaan air minum, Namun, dalam pengelolaan air hampir tidak ada perubahan.

Sementara yang dibutuhkan untuk bisa menjadi landasan hukum adalah pengelolaan Perum Jasa Tirta itu. Oleh sebab itu, yang banyak berubah adalah PP SPAM.

Sesuai dengan putusan MK, ada dua hal mendasar yakni pengusahaan air untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk sendiri harus segera disesuaikan.

Sedangkan untuk perusahaan yang sudah kontrak sebelum putusan MK, Basuki melanjutkan, boleh diteruskan sampai izinnya habis.

Setelah itu, kontraknya berubah sesuai dengan peraturan MK, yakni perusahaan swasta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, badan usaha milik negara (BUMN), atau badan usaha milik daerah (BUMD).

"PP itu sudah diumumkan. Swasta masih tetap ada kesempatan untuk investasi. Bagi yang sudah kontrak, habiskan dulu sampai izin. Karena itu kepastian hukum," jelas Basuki.

Sementara itu, terkait penyusunan RUU SDA, Kementerian PUPR masih mendiskusikan naskah akademiknya. Basuki berharap, sebelum akhir tahun, naskah bisa diserahkan kepada DPR untuk menjadi inisiatif DPR.
Read more »


Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional Berbeda dari Biasanya

Penyerahan AMPL Award 2015 kategori pemerintahan. Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan atau Pokja AMPL Nasional kembali menggelar Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN). Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2015 resmi digelar di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta (11/11/2015).

Kegiatan KSAN 2015 ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen semua pihak untuk bergerak bersama mecapai 100% akses sanitasi dan air minum di 2019 mendatang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2014, dalam kurun 2004-2014, akses sanitasi meningkat 19,30 persen dan akses air minum layak naik 22,93 persen. Akses sanitasi layak naik 2,29 persen setiap tahunnya dan akses air minum rata-rata meningkat 1,93 persen per tahun. Pada akhir 2014, cakupan sanitasi layak nasional sudah pada angka 61,06 persen dan cakupan air minum layak 68,11 persen.

Karena itu, dalam acara ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil menegaskan pentingnya pembangunan sanitasi aman dan air minum layak dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor lainnya.

"Sanitasi dan air minum merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah agar masyarakat bisa menikmati hidup yang lebih baik. Karena kami yakin perbaikan kesehatan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat," 
ujar Sofyan.

Menariknya, acara KSAN tahun ini dibuat dengan format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tema KSAN 2015 adalah "Mencipta Masa Depan Sanitasi dan Air Minum Indonesia", digelar dengan rangkaian presentasi tunggal (Knowledge Day), yang menghadirkan 17 Inspirator yang membagikan pengalaman mereka dalam melakukan pembangunan sanitasi dan air minum di Indonesia.

Para inspirator dalam acara ini merupakan figur pilihan yang telah terbukti kinerjanya. Mereka terdiri dari kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat yang membangun sanitasi dan air minum yang lebih baik untuk generasi mendatang. Selain presentasi, pengalaman para inspirator tersebut juga ditampilkan dalam pameran foto.

"Mereka adalah para pahlawan sanitasi dan air minum dengan cara mereka masing-masing. Mereka secara tegas telah mencanangkan dirinya sebagai bagian dari solusi," kata Sofyan.

Nantinya, presentasi dari para inspirator di acara Knowledge Day juga akan diunggah ke YouTube.

Selain itu, digelar juga nonton bareng di beberapa tempat seperti di Lampung (Jurusan Kehutanan, Fakultas, Pertanian, Universitas Lampung), Kabupaten Malang (Pokja AMPL Malang), serta London (Inggris).
Read more »


Menciptakan lingkungan hunian rumah yang nyaman dan aman bagi seluruh anggota keluarga merupakan hal yang penting. Entah itu nyaman dan aman dari tindak kejahatan, bahaya keselamatan, termasuk juga terbebas dari bahaya nyamuk yang merajalela di musim kemarau saat ini.

Walaupun ukurannya kecil, tapi seekor nyamuk ini bisa membawa beberapa potensi resiko yang mampu menyerang anggota keluarga di rumah Anda. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman dari nyamuk, antara lain:

1. Rutin Menguras Tempat Penampungan Air Segala bentuk tempat penampungan air mulai dari bak mandi, akuarium ikan, kolam ikan, ataupun lainnya merupakan tempat potensial bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembangbiak. Usahakan untuk selalu menguras tempat-tempat penampungan air tersebut selama 1 atau 2 minggu sekali dan menggantinya dengan air yang baru.

2. Hilangkan Area/Tempat Potensial Genangan Air Seringkali kita sebagai penghuni rumah kurang awas terhadap beberapa hal kecil yang terjadi di rumah. Misalnya saja ketika terdapat genangan air yang muncul akibat kran air yang tidak tertutup rapat. Pastikan kran air tertutup dengan benar dan segera perbaiki kran yang bocor karena genangan air yang ditimbulkan oleh tetesan air dari kran sangat mungkin menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Selain itu juga, Anda harus lebih seksama memilah sampah yang ada di tempat sampah dengan memisahkan sampah kaleng, botol, ember bekas, ataupun wadah lainnya agar tidak tergenang air.

3. Percantik Kebun dengan Tanaman Pengusir Nyamuk Mungkin ada yang belum tahu kalau nyamuk menggemari rumput atau tanaman berdaun tipis panjang sebagai tempat tinggal sekaligus tempat nyamuk bersembunyi dari hewan-hewan predator. Nah, jangan biarkan tanaman atau rumput di halaman rumah  tumbuh tidak terawat. Selain karena kurang indah dilihat mata, tanaman dan rumput yang terawat bisa meminimalisir keberadaan nyamuk di rumah Anda. Tanaman seperti Citronella, Catnip, Lavender yang memiliki bau menyengat juga tidak disukai nyamuk loh.

4. Lengkapi Halaman Rumah dengan Hewan Predator Nyamuk Cara lainnya untuk membasmi nyamuk di rumah Anda adalah dengan memiliki hewan-hewan predator nyamuk, seperti burung, katak, ataupun ikan-ikan kecil. Hewan-hewan ini akan memakan larva nyamuk yang ada di air. Sebagai bonusnya, Anda juga bisa mendengar suara kicauan burung, suara nyaring katak dan ikan-ikan kecil yang mempercantik kolam atau akuarium di rumah.

5. Rapikan Tumpukan Pakaian atau Baju yang Tergantung Coba periksa beberapa sudut kamar Anda. Mungkin Anda akan menemukan beberapa tumpukan baju atau pakaian yang tergantung di balik pintu atau gantungan baju dalam waktu lama. Segera ubah kebiasaan buruk tersebut, karena nyamuk bisa saja bersembunyi di balik pakaian tersebut dan menunggu saat yang tepat untuk keluar dan berkembangbiak.

6. Pencahayaan Terang Namun Sejuk Nyamuk sangat menyukai lingkungan yang gelap dan lembab. Nah, supaya nyamuk tidak bersarang di rumah, usahakan untuk memberi akses sinar matahari untuk masuk ke dalam ruangan sehingga tercipta lingkungan yang cukup terang dan juga nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Beberapa cara tersebut bisa Anda lakukan untuk menghindarkan lingkungan rumah tercinta dari bahaya ancaman nyamuk yang merajalela di musim kemarau.
Read more »

Terhantam Excavator PU, Pipa Utama Air Bersih Koyak dan BOCOR

Terhantam Excavator PU, Pipa Utama Air Bersih Koyak dan BOCOR

Kebocoran pipa ATB di depan BCA
Pipa distribusi utama DN 400 mm milik PT. Adhya Tirta Batam (ATB) didepan Bank BCA Jodoh, Batam mengalami kebocoran akibat terkena excavator pelebaran jalan kontraktor Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pipa tersebut terkoyak alat berat sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (10/11).

Akibatnya suplai air kepada pelanggan yang tinggal di wilayah Jodoh, Baloi, Batu Ampar, dan Nagoya terganggu.
“Kami sudah menghentikan suplai air kepada pelanggan yang terdampak sejak pukul 17:00 WIB, agar kebocoran pipa tersebut dapat segera diperbaiki. Bila melihat kondisi pipa yang terkoyak, butuh perbaikan yang lebih lama. Kami memperkirakan, perbaikan baru bisa selesai sekitar pukul 03:00 dinihari,”
Ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno dalam rilis yang diterima Tribun Batam.

Ia melanjutkan, perbaikan pipa juga terhambat karena kurang kooperatifnya petugas yang mengerjakan proyek pelebaran jalan tersebut.

Saat ATB mencoba berkoordinasi, tidak ada satupun petugas proyek pelebaran jalan yang dapat dihubungi. Sehingga, perbaikan kebocoran tidak dapat serta merta dilakukan.
“Kami memerlukan alat berat petugas proyek untuk mempercepat perbaikan kebocoran pipa, sayangnya tidak ada satupun petugas proyek pelebaran jalan yang dapat dihubungi. Alat berat milik mereka sebenarnya ada, namun tidak ada petugasnya sehingga tidak bisa digunakan. Untuk mendatangkan alat berat sendiri ke lokasi kebocoran membutuhkan waktu”
Read more »

Musim Hujan Datang, Gunung Kidul Masih Krisis Air Bersih

Kendati musim hujan sudah mulai tiba, beberapa wilayah di Jawa Tengah masih terperangkap krisis air bersih. Tim Darurat Kekeringan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan air bersih di sejumlah tempat di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Sebanyak enam tanki air bersih disalurkan untuk warga di Pejaten, Panggang, dan daerah Cremo, Gedangsari, Gunung Kidul. Daerah ini dikenal sebagai daerah yang cepat sekali menjadi tandus pada saat musim kemarau tiba. 

“Walaupun di beberapa daerah sudah turun hujan, ternyata warga di beberapa daerah di DIY belum mendapatkan hujan dan masih mengalami krisis air bersih,” ujar Awal Purnama, Kepala Kantor Cabang ACT Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/11).

Awal menambahkan, menurut penuturan warga bantuan air bersih dari pemerintah setempat, masih belum memadai. 

“Semoga dengan tambahan bantuan dari kami, ACT, kebutuhan air bersih warga tercukupi,” pungkas Awal.
Read more »


Warga Manggarai Krisis Air Bersih

Deretan galon kosong untuk diisi air bersih di Kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa, (10/11). Hampir dua bulan warga RW 10 Manggarai Selatan harus antre untuk mendapat air bersih.(Liputan6.com/Gempur M Surya)

Seorang lelaki mengisi galon kosong yang berjejer untuk mendapatkan air bersih di Kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa, (10/11). Hampir dua bulan warga RW 10 Manggarai Selatan harus antre untuk mendapat air bersih.(Liputan6.com/Gempur M Surya)

Dua orang warga mengangut air di Kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa, (10/11). Hampir dua bulan warga RW 10 Manggarai Selatan harus antre untuk mendapat air bersih.(Liputan6.com/Gempur M Surya)

Warga bersiap membawa galon berisi air bersih di Kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa, (10/11). Hampir dua bulan warga RW 10 Manggarai Selatan harus antre untuk mendapat air bersih.(Liputan6.com/Gempur M Surya)
Read more »

Anggota Polisi Bagi Air Bersih, Acil Aluh Sempat Gemetar Lihat Water Cannon

Anggota Polisi Bagi Air Bersih

pembagian air gratis 
Acil Aluh mengaku langsung gemetaran ketika melihat beberapa anggota polisi berseragam menuju ke arahnya. 

Warga Jalan H Agus Salim, Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulaulaut Utara, itu sempat ingin lari pulang ke rumah.

"Baru keluar rumah salah satu anggota polisi langsung memanggil saya. Karena dipanggil dan tidak tahu apa persoalannya, dada saya dibuat berdebar-debar," ujar Acil Aluh, Selasa (10/11/2015) pagi.

Perasaan cemas dan bercampur ketakutan saat itu menggelayuti Acil Aluh, membuat ia sempat lari kembali ingin masuk ke rumah. Karena kedatangan beberapa orang personel polisi dengan membawa water cannon.

"Saat ingin kembali ke rumah, di dalam pikiran cuma terbenak. Ada apa dengan anak saya. Karena saya berpikirnya, kalau ada polisi pasti ada apa-apa. Tapi sekarang gemetaran dan dag dig duk itu sudah hilang," jelasnya.

Itu menyusul setelah, Acil Aluh mengetahui kedatangan anggota Shabara dipimpin Kanit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polres Kotabaru Aiptu Henry, membagi-bagikan air bersih kepada warga di kelurahan tersebut.

Kasat Shabara Polres Kotabaru AKP Nur Alam Pong Membela, mengatakan, penyaluran air bersih gratis ke masyarakat karena adanya intruksi kapolri, kapolda, hingga kapolres.

Menurut Nur Alam, penyaluran bantuan air bersih gratis dilakukan secara berkelanjutan, mengingat kondisi masyarakat saat ini.
Read more »

BNN bongkar ratusan kilo sabu dalam filter air isi ulang di Medan

Penangkapan sabu dalam filter air isi ulang di Medan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah gudang di Pergudangan Jade City Square Blok B 88 E Jalan KL Yos Sudarso Km 11,5 Titi Papan, Medan, Sabtu (17/10) siang. Dari lokasi itu, petugas dikabarkan menyita narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah besar.

Belum diketahui berat narkoba yang disita petugas BNN, karena mereka masih melakukan penimbangan. Beredar informasi beratnya mencapai 300 kg.

"Adalah sekitar 250 kg," kata seorang petugas BNN yang tak mau menyebutkan namanya saat ditemui di kantor BNN Provinsi Sumut di Medan Estate, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Informasi dihimpun, narkoba yang disita diduga milik jaringan internasional. Sabu-sabu itu masuk dari Malaysia via Dumai sebelum dibawa ke Medan.

Setelah mengikuti truk itu dari Dumai, petugas menggerebek gudang yang ditengarai baru disewa pelaku di Jade City Square. Informasi beredar, saat gudang digeledah, petugas menemukan 50 kotak filter air isi ulang dari dalam truk Mitsubishi Fuso BK 9798 UYT yang baru tiba dari Dumai. Setelah diteliti lebih jauh, benda berwarna biru itu ternyata kamuflase. Di dalamnya terdapat sabu-sabu.

Truk dan barang bukti filter air berisi sabu-sabu itu kemudian dibawa ke kantor BNN Provinsi Sumatera Utara, menjelang malam. Sedikitnya 3 pria terlihat diborgol dan digiring keluar dari mobil menuju kantor BNNP Sumut. Wajah mereka ditutup topi atau kausnya.

Sementara itu, kotak berisi sabu-sabu itu dipanggul masuk ke dalam kantor BNN. Sejumlah petugas terdengar mencari-cari timbangan untuk menimbang total narkoba yang disita.

Belum ada keterangan resmi mengenai penggerebekan san penangkapan ini. Petugas yang ditemui di kantor BNN Provinsi Sumut mengatakan, mereka masih melakukan pengembangan.
 -------------

Komentar :
Memang orang kalau berniat, apa saja bisa didipakai. Filter Air yang mestinya untuk penjernih air malah diisi sabu-sabu.
Read more »
Powered by Blogger.