Proses Penyulingan dan Reverse Osmosis dalam menghasilkan air ultramurni adalah berbeda.

Air hasil penyulingan disebut dengan air destilasi atau aquadest, memiliki kualitas kemurnian yang berbeda dengan air Reverse Osmosis.

Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.

Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.

Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.

Untuk teknik destilasi tingkat lanjut, biasanya proses destilasi dilakukan dua kali, lalu difilter menggunakan karbon dan dideionisasi menggunakan resin.

Berikut adalah video destilasi / penyulingan air.



Sementara reverse osmosis adalah metode penyaringan dengan menggunakan membran semi-permeable berpori-pori skala nanometer (1 mikron dibagi 10.000).

Mesin RO yang baik mencapai Mesin RO 8 step, artinya ada 8 langkah filtrasi, baik menggunakan filtrasi pasir, karbon aktif, membran, dan sterilisasi UV.

Berikut adalah video reverse osmosis.




Penggunaan keduanya pun berbeda. Aquadest biasa diaplikasikan untuk membilas peralatan laboratorium sehabis pemakaian. Air RO biasa untuk kebutuhan pemrosesan industri atau konsumsi minum.

Untuk kebutuhan industri, water treatment yang lebih digunakan adalah Reverse Osmosis. Karena itu, banyak industri yang membutuhkan instalasi, misalnya, mesin RO 2000 GPD.

Kini, sudah tidak bingung kan dalam mencari alat suling air ro?

Jika Anda membutuhkan membran RO, silakan hubungi Ady Water di:
0812 2165 4304 
atau email
adywater@gmail.com

Post a Comment

Powered by Blogger.